NetBeans udah dukung PHP euy
Posted on July 29, 2008
Filed Under Linux n Open Source | Leave a Comment
NetBeans yang baru udah support buat PHP lho . . .
Piracy is not Theft
Posted on July 21, 2008
Filed Under Uncategorized | 1 Comment
Ga sengaja lagi browsing ketemu gambar di bawah ini

Kalo dipikir-pikir bener juga.
Welcome to Slackware 12.1 - Instalasi Slackware 12.1
Posted on July 21, 2008
Filed Under Linux n Open Source | Leave a Comment
Kemaren habis coba install Slackware 12.1 dari DVD InfoLinux edisi 07/2008. Asli deg-degan. Takut data yang sudah ada di harddisk akan terformat habis. Tapi, dengan modal jeruk 1 kg (bukan modal nekat), akhirnya Slackware-nya terinstall juga di laptop saya.
Proses yang terjadi :
- Konfigurasikan BIOS Laptop/PC agar bot device pertama di set dari drive CD/DVD-ROM.
- Masukkan CD/DVD installasi Slackware ke dalam CD/DVD-ROM drive. Saat tampil bootloader CD/DVD installer Slackware, tekan enter.
- Kemudian ditanyakan jenis keyboard yang digunakan. Jika tidak menggunakan US keyboard, pilih jenis keyboard lain dengan menekan tombol 1. Jika menggunakan US keyboard, langsung tekan enter.
- Pada halaman selamat datang Slackware, ketikkan root dan enter untuk login.
- Karena pada harddisk laptop saya sudah terdapat partisi swap dan partisi root (Linux) type Linux Ext3, maka saya tidak perlu melakukan partisi harddisk. Tapi kalau belum ada partisi swap dan partisi root (Linux) pada harddisk, maka dapat dilakukan partisi harddisk dengan menggunakan aplikasi seperti fdisk ataupun cfdisk.
- Selanjutnya dapat dilanjutkan proses instalasi Slackware dengan menggunakan perintah setup.
- Pada halaman Slackware Linux Setup, pilih menu ADDSWAP untuk memilih partisi yang digunakan sebagai partisi swap. Karena partisi swapnya sudah ada (sudah kita buat), installer Slackware akan mendeteksi secara otomatis keberadaan partisi swap tersebut. Pilih OK.
- Selanjutnya ditanya apakah Anda ingin mengecek bad blocks pada partisi swap. Pilih No jika tidak ingin mengecek kondisi bad block pada swap.
- Selanjutnya adalah pemilihan partisi root (partisi /). Pilih partisi yang akan digunakan sebagai partisi root, pilih Select.
- Next, halaman Format partition, pilih option Format untuk melakukan format pratisi pada partisi yang telah dipilih sebelumnya, Klik OK.
- Pada halaman pemilihan tipe filesystem, pilih ext3. Pilih OK, lalu format partisi dilakukan.
- Karena pada harddisk saya terdapat partisi tipe ntfs dan fat, installer Slackware mendeteksinya dan dilakukan konfigurasi sesuai keinginan.
- Setelah itu, pada halaman Source Media Selection, pilih option 1 (Install from Slackware CD or DVD), karena akan diinstal dari DVD/CD . Kemudian pada halaman Scanning for CD or DVD driver, pilih option auto.
- Setelah mendeteksi isi DVD Slackware, muncul halaman Package Series Selection. PIlih OK untuk memilih instalasi dalam keadaan default. kemudian muncul halaman mode prompt instalasi. Piih Full untuk menginstal seluruh paket yang ada dalam CD/DVD Slackware. Lalu proses instalasi dijalankan.
Nah, pada proses instalas ini jangan ditunggu. Saking lamanya menginstall, jeruk 1 kg yang tersedia pun habis. Bahkan sempat tidur sebentar.
Setelah instalasi selesai, selanjutnya tahapan konfigurasi sistem.
- Pada halaman make USB Flash Boot, pilih Skip.
- Pada halaman install LILO, pilih option simple.
- Pada halaman Use UTF-8 Text Console, pilih No.
- Pada halaman Select LILO Destination, pilih MBR agar LILO terinstal di MBR.
- Pada halaman Mouse Configuration, pilih tipe mouse yang digunakan. Saya pilih imps2.
- Pada halaman GPM Configuration, pilih Yes agar service gpm diload setiap boot.
- Pada halaman Configure Network, pilih Yes jika ingin mengkonfigurasi network atau pilih No jika tidak ingin mengkonfigurasi network.
- Pada halaman Confirm Startup Services to Run, pilih ervice apa saja yang ingin dijalankan secara otomatis. Jika ingin service yang dijalankan dalam keadaan default, pilih OK.
- Pada halaman Console Font Configuration, pilih saja No.
- Pada halaman Hardware Clock Set To UTC, pilih No agar waktu diset ke local time.
- Pada halaman Time Zone Configuration, pilih zona waktu yang diinginkan.
- Pada halaman Seect Default Window Manager For X, pilih Window Manager yang ingin digunakan. Saya pilih KDE.
- Pada halaman No Root Password Detected, isikan password utuk root.
- Proses instalasi dan konfigurasi selesai. Lakukan restart dengan Ctrl+Alt+Del.
Setelah PC direstart, akan muncul halaman LILO Slackware. Pilih linux untuk masuk ke Slackware. Tunggu sampai masuk halaman Welcome Screen Slackware. Login dengan root dan password yang telah dibuat sebelumnya. Untuk masuk ke lingkungan GUI, tinggal gunakan perintah startx. Jika menggunakan KDE, maka akan muncul wizard untuk konfigurasi KDE.
Asli, ini distro yang paling ribet yang pernah saya temui. Dulu saat pengen mencoba Slackware ini, tapi karena “ditakut-takuti” oleh yang sudah mencoba akhirnya baru kesampaian sekarang.
Ah iya, kalo pengen coba-coba Linux dengan hati-hati, silahkan tengok dulu ke howtoforge. Untuk instalasi Slackware bisa dilihat di http://howtoforge.com/the_perfect_desktop_slackware12
SLAX 6 on USB . . .Keren bangeeeeeeeeeeeeeeet
Posted on May 21, 2008
Filed Under SLAX | 6 Comments
Setelah membeli flashdisk seminggu yang lalu, tiba-tiba ada keinginan untuk mencoba distro Linux Live USB. Dari berbagai pilihan distro Linux yang ada tutorialnya, akhirnya saya putuskan untuk mencoba SLAX.
Kenapa pakai SLAX? Karena sudah tersedia banyak aplikasi pada distro yang dipack dalam bentuk ISO dengan ukuran 192,3 MB untuk versi 5.1.8.1 dan berukuran 189.6 MB dalam bentuk tarbal. Lalu ada pertanyaan, kenapa ga DSL aja, kan lebih kecil? Karena SLAX lebih indah . . .
Install SLAX 5.1.8.1 pada USB drive
Saya melakukan instalasi SLAX ke USB ini dengan menggunakan OS Windows. Here is the steps:
- Pertama kali download file iso SLAX 5.1.8.1 (saya mendownloadnya di http://kambing.ui.edu/pub/slax/SLAX-5.x/slax-5.1.8.1.iso)
- Extract file iso tadi , …. Nanti dilanjutkan . . .




